TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Seorang wanita lansia terekam meminta uang tebusan kepada pemilik dompet yang ditemukannya di wilayah Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Video kejadian tersebut viral di media sosial. 

Video tersebut dibagikan oleh akun Instagram @icws_infocegatanwilayahsragen dengan keterangan, "Dompet jatuh di parkiran Alfamart, ketika di cek CCTV ternyata ditemukan oleh mbah-mbah penjual siomai ini. Di dompet ada surat-surat penting & uang sejumlah 400 ribu."

"Ketika Dompet mau diambil pemilik, mbah ini minta tebusan 1 juta baru dompetnya akan dikembalikan. Padahal uang di dompet sudah di ikhlaskan di ambil semua tidak apa-apa, tapi mbahnya ngotot minta tambahan uang. Karena pemilik dompet tidak punya uang selain yang ada di dompet, akhirnya dompet itu tetap dibawa sama mbahnya".

Baca juga: Spion Tertinggal di TKP, Pelaku Tabrak Lari yang Tewaskan Warga Sumberlawang Sragen Tertangkap

Kapolsek Sumberlawang, AKP Sudarmaji, menyampaikan bahwa kejadian itu bermula saat pemilik dompet bernama Ahmad Bahru bersama istri dan anaknya tengah menyambangi Alfamart di Desa Mojopuro, Kecamatan Sumberlawang, pada Minggu (7/6/2026) sekira pukul 14.30 WIB.

Setelah dari minimarket tersebut, Ahmad kemudian pergi ke Pasar Sumberlawang untuk berbelanja.

Akan tetapi, sesampainya di pasar ia terkejut lantaran dompet miliknya sudah tidak ada di saku.

Ahmad kemudian bergegas kembali mendatangi Alfamart untuk mengecek area sekitar.

Dari hasil rekaman kamera CCTV di toko, didapati fakta bahwa dompet miliknya itu dipungut oleh pasangan suami istri (pasutri) lansia bernama Darmo dan Sukini yang sehari-hari bekerja sebagai penjual siomai keliling.

Berbekal rekaman CCTV tersebut, Ahmad langsung mencari keberadaan pasutri itu dan berhasil menemukan keduanya yang tengah berjualan di depan sebuah gedung sekolahan.

Setelah Ahmad memperlihatkan bukti rekaman video dari ponselnya, pasutri lansia tersebut akhirnya mengakui telah menemukan dompet tersebut.

Polisi turun tangan

Pihak kepolisian langsung bergerak cepat menindaklanjuti adanya video viral yang meresahkan netizen di media sosial tersebut dengan mendatangi kedua belah pihak pada Selasa (9/6/2026).

Sudarmaji menjelaskan bahwa pasutri itu membenarkan telah memegang dompet milik Ahmad.

"Sebagian barang sudah dikembalikan tapi sebagian juga belum," kata Sudarmaji saat dihubungi Kompas.com, Selasa (9/6/2026).

Berdasarkan pemeriksaan awal dari pihak yang menemukan dompet, pasutri itu mengaku sempat mengambil beberapa kartu identitas serta uang tunai senilai Rp 400 ribu dari dalam dompet.

Sisa barang dan dompetnya kemudian ditaruh begitu saja di dalam wadah gerobak jualan mereka.

Akan tetapi, kepada petugas pasutri itu mengklaim bahwa sisa dompet beserta isinya yang mereka simpan di gerobak tersebut mendadak jatuh di jalanan saat mereka sedang keliling berjualan siomai.

"Jatuhnya di mana tidak tahu," terangnya.

Sering bicara tak nyambung 

Berdasarkan hasil komunikasi langsung dengan pasutri lansia itu serta diperkuat oleh keterangan dari warga sekitar tempat tinggal keduanya, Kapolsek Sumberlawang menjelaskan bahwa sang nenek diduga kuat sedang mengalami gejala gangguan kejiwaan atau linglung.

"Kalau ngomong banyak enggak nyambungnya daripada nyambungnya. Kita ngomong A sana sudah sampai Z," ungkap Sudarmaji.

Di sisi lain, AKP Sudarmaji juga sudah menemui langsung pemilik dompet di kediamannya.

Berdasarkan pengakuan dari korban, di dalam dompet tersebut sebenarnya tersimpan uang tunai dengan total sekira Rp 1,3 juta yang disebar di beberapa kantong tersembunyi dompet, lengkap beserta STNK, KTP, dan kartu identitas penting lainnya.

Setelah diberi penjelasan oleh petugas, pemilik dompet akhirnya mengetahui dan memaklumi kondisi mental dari nenek Sukini yang menemukan dompetnya tersebut.

Korban tidak menampik bahwa dirinya sempat merasa kecewa berat atas kejadian itu karena dokumen serta barang berharga miliknya tidak bisa kembali secara utuh.

Sejauh ini, baru ada empat kartu penting yang berhasil diselamatkan dan dikembalikan oleh sang nenek kepada Ahmad, di antaranya berupa KTP serta kartu BPJS kesehatan.

Ahmad bahkan memilih ikhlas merelakan uang tunai Rp 400 ribu miliknya diambil oleh pasutri lansia tersebut dan memutuskan untuk tidak membuat laporan atau aduan hukum ke kantor polisi.

"Pemilik melihat situasi kondisi seperti itu, tadi menyampaikan kepada saya legowo," kata Sudarmaji. (*)

 

Sumber: https://regional.kompas.com/read/2026/06/09/214800578/viral-nenek-penjual-siomai-di-sragen-minta-tebusan-rp-1-juta-usai-temukan?page=all#page2.

Baca juga: Perkembangan Kasus Pembunuhan Bilqis Bocah 11 Tahun di Sragen, Polisi Lakukan Konfrontasi

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.